Add new disk to Vetias Volume Manager on Solaris by Command Line.

Add new disk to Vetias Volume Manager on Solaris by Command Line.

Base on experience juga.

If you have a machine that using a veritas volume manager, and you need to increase volume space by online. you can follow this step to do that.

For information. you have volume that controlled by veritas volume manager, and that volume need to increase to get more avaliable space. please collect this data.
Volumegroup name :
diskname that avaliable to use :
volume name :
and block size the new disk :

when you add new disk to Solaris Machine, you have to label first.
after that do this step :
– scand disk by veritas
#vxdisk scandisk

– initialize disk with veritas
#vxdisksetup -if cxtxdx

– give new name for new disk and add to volumegroup
#vxdg -g vgname adddisk newdiskname=cxtxdxsx

– resize to maximum avaliable size
#vxassist -g vgname -p maxgrow volumename alloc=newdiskname xxxblocksizexxx
#vxresize -ttaskid-number -g vgname volumename xxxblocksizexxx alloc=newdiskname

that’s it.
please contact me if you find problem with this article.

regards
Bhieveth27 a.k.a Brother “BJ” John

Substract Enclosure on AMS500

Substract Enclosure on AMS500

another experience when substract/remove enclosure from AMS500.
Sedikit berbagi pengalaman nih dalamhal pengurangan enclosure dari AMS500/AMS200/WMS100 yang sudah live.
Emang kenapa sampai dikurangin ? that the big question.
FOR YOUR ATTENTION.
AMS500 dan sejawatnya tidak bisa ditambahkan enclosure FC, jika dan hanya jika enclosure terakhir adalah 1 unit enclosure SATA, please read again the documentation. Enclosure FC bisa ditambahkan setelah enclosure SATA, jika dan hanya jika, enclosure SATA tersebut sepasang, atau 2 unit. PLEASE REMEMBER THIS POINT.

Jadi gambaran yang live sekarang adalah sbb:
1 unit AMS500 beserata disknya + 2 unit enclosure FC beserta disknya + 1 unit enclosure SATA beserta disknya.
nah.. costumer ingin menambahkan enclosure FC lagi, dikarenakan slot disk untuk FC sudah full, sedangkan request untuk penambahan kapasitas di tiap server bertambah.
untuk itu maka diharuskan menambah enclosure FC lagi. tapi ternyata oh ternyata, enclosure terakhir yang kepasang dalam loop AMS500 ini adalah 1 unit enclosure SATA dan akhirnya harus diputuskan untuk meremove/substract enclosure SATA terlebih dahulu, baru kemudian di tambahkan enclosure FC, dan enclosure SATA tetap di posisi terakhir.

INGAT… WARNING…
enclosure apapun jika ingin di remove/substract harus dalam keadaan OFFLINE, IT’S IMPOSSIBLE TO SUBSTRACT ENCLOSURE ONLINE.
jadi remove dulu LUN dan RAIDGROUP dari smua disk yang ada di enclosure yang ingin di remove itu. kemudian matiin AMS nya , baru di remove enclosure dan kemudian di power up lagi. dan tambahkan enclosure FC dan dilajutkan enclosure SATA.

inilah sedikit pengalaman sewaktu ketemu masalah enclosure SATA pada posisi terakhir.
Tapi jika memang niat menambah enclosure SATA sebagai pasangan yang terakhir, maka tidak perlu AMS dimatikan, hanya ditambahkan aja secara online.dan enclosure FC juga bisa ditempatkan setelah sepasang enclosure SATA tersebut.

sekian.

Extend Volume di Windows 2003 Server

Extend Volume di Windows 2003 Server

A little experience on costumer site.
Hari itu ada request dari costumer untuk extend volume di windows 2003 servernya. Setelah di cek, ternyata disk itu type nya basic bukan dynamic.
Cerita sebelumnya, server ini terkoneksi ke mesin HDS USPV, dan kondisi LUN (Logical Volume)nya itu di LUSE (LUN Expansion) OPEN V * 7.
Nah, bagaimana ceritanya, agar disk di windows 2003 server itu dapat bertambah tampa harus mindahin data, atau menghapus data ????

Begini,
Pastikan di Computer Management -> Disk Management, bahwa disk yang akan ditambah itu typenya apa, kapasitasnya berapa dan masih ke mount apa tidak, dan kemudian shutdown bentaran tuh server…. (ada downtime yah….).
Kemudian cek di USPV nya, hostmode untuk window itu apa, apakah hanya OC ato Windows aja, ato 2C (Windows Extension).
Klo hostmodenya 0C, ganti dulu lah ke 2C, itu makanya server perlu di shutdown. dan nyalakan server kembali. pastikan disk yang akan di extend itu masih kelihatan dan data masih ada, dan ke mount secara normal.
Klo hostmodenya di USPV sudah 2C, ini ga perlu downtime, tinggal tambah aja LUSE nya di USPV. dan kemudian rescan disk di server, nambah dah tuh volume, tapi masih status unlocate di windowsnya.
Untuk menggunakan unlocate space di windows itu agar bisa kepake gampang aja kan, klo di XP kan ada si partisi ajaib ato Partition Magic. dan klo di windows server bijimane….
nah ada namanya diskpart.exe di windows.
setelah baca-baca dan runut-runut step by step di mikocop dot com, ternyata windows 2000 server blom punya lo ini program, tapi di windows XP dna windows 2003 server untuk default ke install saat install windows.
Buat ente yang masih di lingkungan windows 2000 server, please donlot dan install dari webnya si mikocop yah…
dan step terakhirnya, tinggal jalanin diskpart nya sesuai anjuran dari mikocop yah….

untuk step by stepnya begini lho.
– cek status disk di server sesuai aturan diatas.
– cek hostmode di USPV apakah 0C ato 2C, klo 0C shutdown dulu servernya, kemudian ganti 0C ke 2C di USP, lalau startup servernya, tapi klo sudah 2C, biarin aja, ga usah shutdown server.
– kemudian setelah server UP, ato idup ato Online, cek lagi disknya, masih samakah status nya seperti langkah pertama tadi, klo masih sama, brarti tinggal nambah kapasitasnya, tapi klo ada yang berubah, segera hubungi yang berwajib untuk storage dan server anda.
– setelah itu semua aman sentosa, kemudian kembali ke storage navigator di USPV, pilih menu LUN Expansion, dan pilih LUN yang telah di LUSE agar ditambah.
– tambahkan lah LUSE itu dengan LUN yang sama besar block size nya dengan anggota LUSE sebelumnya.
– setelah SET, APPLY dan OK. kembali ke server
– Rescan disk dari Computer Management -> Disk Management
– pastikan bahwa unlocate disk bertambah pada disk tersebut.
– masuk ke Command Prompt, C:\windows/system32/diskpart
– DISKPART>list volume
– DISKPART>select volume “no volume yang tertera saat command list volume”
– Contoh DISKPART>select volume 2
– DISKPART>extend
– DISKPART>exit.

simsalabim abrakadabra, tuh volume sudah bertambah kapasitasnya.

good luck, selamat mencoba.
kalau ada pertanyaan, please contact me at jhon.f.s@gmail.com ato chip_chop_chup di YM.

Thanks

Attention when installing SP 2 for Win2003 Server

Attention when installing SP 2 for Win2003 Server
Attention please… for all of you that care about SAN connection.
I have experience when find out trouble in my client side.
They use Windows 2003 server that connect to HDS AMS500 and use Emulex LP10000. use Mc Data SAN switch.
they installing Service Pack 2 for that server also update some windows patch.

after installation and restart the system, they cannot find disk from external disk.
try to restart again, and same problem shown at that server.

after that, they call me….. hehehhehe as the last option to clear this problem

I check the server, and I try to looking information from Emulex site. and then I fix the problem with this step.

please read carefully.

First, upgrade your emulex driver.
the last version that I use when this happen is Storport miniport kit 2.10a7.1e.exe (please download at Emulex site).
This driver will check your storport.sys version.
as you know, the last storport version on this server is 5.2.3790.3997. you have to upgrade this file.

how to upgrade this file. just check on Microsoft site.
download the pacth No. KB932755.

install it first to system, and then install the storport driver and then check you disk.
as you know, after I do this to the system, the disk shown on the disk management. just relocate disk from disk management. and then you can use the disk.

thank you very much.

 
(still learn how to write a article in english, so if you find some error or wrong grammer/sentences please send me feedback)

Koneksi VMWare ESX ke Hitachi USP100

Koneksi VMWare ESX ke Hitachi USP100 by experience on costumer site. costumer minta di assign disk ke vmware esx 3.0. nah langsung deh.. sedikit contek ke manual book. memang top dah manual book dari HDS, always uptodate. pertama, pastikan HBA ESX nya sudah di kenali di SAN switch, note : default dari ESX adalah point to point topologynya, so be aware, ini harus dan mesti kudu di colokin ke SAN switch. tidak bisa rdirect connect atau FC-AL atau loop. nah, klo belom kelihatan tuh di san switchnya, mending reboot aja tuh mesin ESX nya, bukan hanya guest hostnya, sekalian juga host ESX servernya. di matiin trus di idupin lagi alias di reboot a.k.a restart. sampe nongol tuh di san switch, karena menurut pihak VMWare, jika memang menggunakan HBA sesuai dengan rekomendasi VMWare, no problemo lah… karena sudah teruji dan terbukti di lab mereka nah, udah nongol kan WWN nya, trus lakuin kegiatan rutin lah di san switch, ZONING, bila perlu bikin ALIAS, dan jangan lupa update confignya, biar kerasa efeknya, hehhehehhe setelah zoning dan semua aktifitas di san switchnya selesai, sekarang step forward ke USP100 nya, sediain LUN untuk ESX nya, klo blom format aja LUN yang baru, tapi remember this, this format will take a long-long time to finish, so you have to prepare it before. Assign LUN yang sudah ready untuk di gunakan ke port yang sesuai dengan konfigurasi zoning di san switch. untuk host mode pada saat ngedit hostgroup di USP, pilihlah tipe 0A (NetWare), ini sesuai dengan dokumentasi dari ESX dan HDS nya. setelah ini semua selesai….. pastikan tidak ada yang ketinggalan. check lagi, # WWN sudah dikenali di SAN switch ? # Zoning sudah di create sesuai dengan WWN USP dan WWN ESX ? # Zoning sudah di Activate ? # LUN Musking di USP sudah dibuat blom ? # Hostmode di USP sudah diganti blom ? # LUN nya sudah di assign blom ? klo semuanya sudah selesai, tinggal reboot mesin ESX nya, dari guest host sampai ESX servernya. setelah total semuanya di reboot, tinggal tunggu hasil dah…. I hope the LUN will show up on the ESX server. I have test this on USP100 machine with Brocade 48000, IBM Server that running VMWare ESX 3.0, HBA Qlogic 2340. Good luck. After you read, don’t forget to give me a comment to make understnad how you feel after you read my blogs. Thank you.

Sedikit tips untuk koneksi storage ke IBM AIX

Sedikit tips untuk koneksi storage ke IBM AIX

Dari pengalaman gw nih…sewaktu nge konek in storage HDS ke mesin IBM dengan OS AIX.
AKu konekin Storage HDS AMS500, trus msein IBM udah ada HBA nya, trus koneknya lewat SAN switch Brocade 5000.

pertama, create LUN (logical volume) di Storagenya, trus create zone di brocadenya, baru assign LUN ke servernya.

nah.. untuk ngenalin disk nya di AIX nih..

klo mesin AIX nya masih baru dan a little bit binun pas mau ngecek HBA nya. ada baiknya hapus dulu HBA nya.

#rmdev -Rl fcsX ==> dimana X ini adalah no hba yang ingin di hapus.

trus jalankan command
#cfgmgr ==> ini untuk inisialisasi device yang baru dikenali oleh AIX nya sendiri.

setelah itu, biasanya klo masih baru topology di HBA nya AIX itu masih LOOP, nah gimana biar dia bisa langsung point to point?

tinggal jalankan perintah
#diag

setelah itu coba perintah #cfgmgr lagi,
nah … baru cek disknya.
dengan perintah
#lsdev

catatan, untuk sedikit mengetahui WWN dari hba, just execute this command.
#lscfg -vl fcsX ==> dimana X nya adalah nomor hba yang ingin di cek detailnya.
I hope this information can usefull for all of us.

regards
John

Persistent Binding

Persistent Binding

Dalam dunia storage ataupun SAN, istilah peristent binding akan sering ditemui.
apa sebetulnya persistent binding ini?

kalau di andai-andaikan atapun di analogikan, persistent binding ini persis seperti sambungan pipa.
jika ada 2 pipa, yang akan di gunakan dalam satu instalasi arus PDAM, maka sambungan pipa sangat membantu engineer nya untuk menentukan bahwa, aliran pipa 1 ini harus mengalir ke pipa 2, dan begitu juga saat tidak ada aliran, mereka tetap terhunbung. dan akan selalu tersambung walau apapun terjadi pada sumber air dan tujuan akhir sambungan.

begitu juga dengan persistent binding, saat kita mengkonfigur persistent binding di HBA (Host Bus Adapter) atau sering juga disebut FC card. maka akan selalu tersambung hubungan antara WWN storage dengan WWN server. jika kita mengenalkan WWN baru pada server tanpa memasukkan WWN tersebut kedalam settingan persistent bindingnya, maka storage nya tidak akan terlihat oleh server. so be carefull to setting persistent binding, cause some of new binding setting need reboot the system.
Persistent binding ini dapat di konfigurasi dalam HBA Managernya, contohnya HBA Emulex dapat di binding dengan menggunakan software manager HBAnywhere, dan Qloqic juga dapat di binding dengan menggunakan SANSurf nya.
Adapun ketentutan untuk binding ini adalah penentuan WWN atau WWPN ataupun DID (Device ID) dari storage yang akan dikenali oleh Server.

demikian sedikit informasi mengenai persistent binding di server&storage

thanks

%d bloggers like this: