Project pertama dengan NetBeans.

Project pertama dengan NetBeans.

Sebelum mengerjakan project sample ini, pastikan tomcat sudah running well. karena project ini ga pake database, jadi service MySQl bisa di nonaktifkan.

Buka program netbeans. setelah terbukan tentukan web server yang akan digunakan. karena netbeans punya tomcat sendiri, dan saya tidak ingin menggunakannya, saya ingin menggunakan tomcat hasil instalan sendiri. maka tentukan server yang akan digunakan. caranya :
1. pilih Tools –> Server Manager dari jendela utama Netbeans.
2. Klik Add Server. Tentukan server yang akan digunakan, beberapa pilihan ada disana, untuk ini pilih Tomcat 5.5, secara otomatis penamaan untuk server ini akan sesuai dengan jenis servernya. Kemudian klik Next, pada isian Catalina Home, klik browser dan tentukan folder lokasi tomcat yang diinstal, dalam hal ini c:\Program Files\Apache Software\Tomcat 5.5. Lalu klik Next dan Finish.

Membuat Project NameHandler.

1. Pilih File –> New Project. Nadalam Categories nya pilih web, dan dalam Projectsnya pilih Web Application lalu klik Next.
2. Dalam Project Name, isikan HelloWeb. Pastikan kalau Path nya pada kolom paling bawah sudah tertulis /HelloWeb. Jangan lupa tentukan server yang akan di gunakanuntuk menjalankan project ini. klik drop down menu dan pilih Tomcat 5.5 yang telah disetting sebelumnya.
3. Pilihan Frameworks tidak usah dipilih tinggal klik Fisnish. Lokasi kerja dengan nama project HelloWeb sudah tersedia, sekarang tinggal di program. Otre… Let’s try it.

Sekarang mulai untuk programnya.
1. Pada sisi kiri, ada kolom Projects, dan klik kanan pada Source Packages lalu pilih New –> Java Class. Berikan nama Class Name nya “NameHandler”, pada location ketikkan org.me.hello
Pada editor script yang posisinya di tengah jendela netbeans isikan :
private String name;

hasilnya seperti ini :
public class NameHandler {
private String name;
/** Creates a new instance of NameHandler */

kemudian isikan setName (null); pada Namehandler ().

Hasilnya seperti ini :
public NameHandler() {
setName(null);
}

Kemudian klik kanan kata name pada Public class yang telah di ketikkan diatas tadi, pilih Refactor –> Encapsulate Fileds. Kemudian klik Next.
Klik Do Refactoring. Ini berfungsi untuk memasukkan method getter dan setter pada kata name.
Ada penambahan script dalam script editor yaitu :

public String getName() {
return name;
}

public void setName(String name) {
this.name = name;
}

Sehingga hasil dari script sepenuhnya adalah :
/*
* NameHandler.java
*
* Created on 25 Mei 2007, 9:48
*
* To change this template, choose Tools | Template Manager
* and open the template in the editor.
*/

package org.me.hello;

/**
*
* @author John Fernando
*/
public class NameHandler {
private String name;
/** Creates a new instance of NameHandler */
public NameHandler() {
setName(null);
}

public String getName() {
return name;
}

public void setName(String name) {
this.name = name;
}

}


Setelah create NameHandler.java. sekarang adalah creating JSP filenya.
Pada Kolom Project di sisi kiri atas netbeans, Double klik HelloWeb, lalu double clik Web Pages, kemudian double klik index.jsp. Maka Editor akan menampilkan isi dari index.jsp.
Kemudian drag Form dari Pallete,HTML Forms yang ada disisi kanan atas netbeans, tempatkan di bawah <h1> yang ada di halaman editor.
Isikan :
– Action : response.jsp
– Method : GET
– Name : Name Input Form, lalu klik OK.

Kemudian drag Text Input item dari pallete, HTML Forms dan tempatkan di atas </form>.
Isikan :
– Name : name
– Type : text, lalu klik OK.

Kemudian drag Button dari pallete, HTML Forms tempatkan sebelum </form> setelah Text Input yang telah dimasukkan sebelumnya.
Isikan :
– Label : OK
– Type : submit

Ketikkan Masukkan nama anda : diatas Text Input yang telah dimasukkan sebelumnya.
Kemudian Ketikkan Entri Form diantara <h1> </h1>.

Hasil keseluruhannya adalah sebagai berikut :
<%@page contentType=”text/html”%>
<%@page pageEncoding=”UTF-8″%>
<%–
The taglib directive below imports the JSTL library. If you uncomment it,
you must also add the JSTL library to the project. The Add Library… action
on Libraries node in Projects view can be used to add the JSTL 1.1 library.
–%>
<%–
<%@taglib uri=”http://java.sun.com/jsp/jstl/core&#8221; prefix=”c”%>
–%>

<!DOCTYPE HTML PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN”
http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;

<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=UTF-8″>
<title>JSP Page</title>
</head>
<body>

<h1>Entry Form</h1>
<form name=”Name Input Form” action=”response.jsp”>
Masukkan nama anda :
<input type=”text” name=”name” value=”” />
<input type=”submit” value=”OK” />
</form>
<%–
This example uses JSTL, uncomment the taglib directive above.
To test, display the page like this: index.jsp?sayHello=true&name=Murphy
–%>
<%–
<c:if test=”${param.sayHello}”>
<!– Let’s welcome the user ${param.name} –>
Hello ${param.name}!
</c:if>
–%>

</body>
</html>

Setelah create index.jsp, sekarang create response.jsp
Pada kolom Project di sisi kanan atas netbeans, double klik di HelloWeb, dan klik kanan di Web Pages, pilih New –> JSP. tentukan namanya response lalu klik finish.
pastikan halaman response.jsp sudah terbuka di Editor.

Pada pallete, klik JSP, lalu drag Use Bean persis dibawah <body>
Isikan :
– ID : mybean
– Class : org.me.hello.NameHandler, lalu klik OK
– Scope : session
Hasilnya : <jsp:useBean id=”mybean” scope=”session” class=”org.me.hello.NameHandler” />

Drag Set Bean Property dari pallete.
Isikan :
– Bean Name : mybean
– Property name : *
Jangan lupa untuk menghapus value=”” dari tag set bean ini.
jadi hasillnya : <jsp:setProperty name=”mybean” property=”*”  />

Kemudian ketikkan pada <h1> Hello, </h1>, dan drag get Bean Property tempatkan di belakang koma kata Hello dalam tag <h1>.
Isikan :
– Bean Name : mybean
– Property Name : name
Hasilnya : <jsp:getProperty name=”mybean” property=”name” />

Sehinggal hasil keseluruhan halaman response.jsp adalah :
<%@page contentType=”text/html”%>
<%@page pageEncoding=”UTF-8″%>
<%–
The taglib directive below imports the JSTL library. If you uncomment it,
you must also add the JSTL library to the project. The Add Library… action
on Libraries node in Projects view can be used to add the JSTL 1.1 library.
–%>
<%–
<%@taglib uri=”http://java.sun.com/jsp/jstl/core&#8221; prefix=”c”%>
–%>

<!DOCTYPE HTML PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN”
http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd”&gt;

<html>
<head>
<meta http-equiv=”Content-Type” content=”text/html; charset=UTF-8″>
<title>JSP Page</title>
</head>
<body>
<jsp:useBean id=”mybean” scope=”session” class=”org.me.hello.NameHandler” />
<jsp:setProperty name=”mybean” property=”*”  />

<h1>Hello , <jsp:getProperty name=”mybean” property=”name” /> ! </h1>

<%–
This example uses JSTL, uncomment the taglib directive above.
To test, display the page like this: index.jsp?sayHello=true&name=Murphy
–%>
<%–
<c:if test=”${param.sayHello}”>
<!– Let’s welcome the user ${param.name} –>
Hello ${param.name}!
</c:if>
–%>

</body>
</html>

Beres sudah projectnya, sekarang tinggal running.

Pilih Menu Run –> Run Main Project atau tekan F6.

Lihat pada browser yang telah terbuka, kemudian coba masukkan sebuah nama pada kolom Masukkan nama anda : lalu klik OK.
Maka akan tampil halaman yang menampilkan Hello , nama yang dimasukkan.

sekian project namehandler ini.
Mudah mudahan berguna bagi anda
Terima Kasih.

Advertisements

Belajar sambil Menulis di BLOG.

To all readers this blog, I’m not the expert in Java, but I want to write  what I learn before. I hope this blog can useful for you all.

Instalasi Java
setelah donlot JDK 1.6.0 dari sun.com.
klik setup dan next and next and next untuil find the finish button, clear dah instalasinya.
untuk setting pathnya :

klik kanan my computer, trus pilih propertis, kemudian pilih tab Advance, lalu klik Environment Variables button.
Setelah window environment variables muncul, klik new pada kolom User variables dan isikan Variable name PATH dan Variable value c:\Prog File\Java\jdk.1.6.0\bin.

Kemudian klik new lagi, isikan variable name CLASSPATH dan variable value c:\Lokasi\file\servlet-api.jar;c:\Lokasi\file\jsp-api.jar

Instalasi Tomcat.

Sama dengan instalasi java, tinggal klik setup dan next,next,next untuil finish.
biasanya ada indikator tomcat di taskbar bagian kanan. klik kanan icon tersebut dan lakukan start dan stop tomcat dari sana. jika kondisi sudah dalam keadaan start, buka browser dan ketikkan http://localhost:8080. kenapa harus di port 8080. karena settingan default dari tomcat, bisa diganti koq, dengan cara : masuk ke foldel tomcat 5.5, kemudian masuk ke folder conf, dan edit file server.xml, dan gantikan <Connector port=”8080″ ke <Connetor port=”80″.
setelah penggantian itu, kemudian buka broser dan ketikkan localhost, dan enter tanpa harus ditentukan prot, karena default dari browser ialah port 80.
That is it. your webserver using Tomcat running now. enjoy it.

Instalasi Netbeans
Tidak beda dengan program window lainnya, untuk instalasinya tinggal klik setup dan next,next,next untul finish. that is it.
Cat, di netbeans Tomcat sudah ada, tapi aku tidak menggunakan tomcat bawaan netbeans, aku coba install tomcat sendiri, dan di netbeans saya tentukan sendiri webserver yang saya inginkan.

Instalasi MySQL

Untuk instalasi MySQl juga sama saja bos…….. netxt,next,next, and finish, tapi ada tambahan lagi karena harus setting MySQL server instance juga, dengan kemampuan english yang memadai atau hanya bisa baca dan tau artinya setting ini pasti beres. jus klik next, isi nama root dan passwordnya. that is it.

semuanya udah keinstall sekarang.

mulailah dengan beberapa program sederhana, with or without database, before you create the final project.

i hope we can enjoy our time with java now.

I will publish some of the example program or example project in this blog, that i think is useful to practicing in java.

Menjadi Programmer

Menjadi Programmer

Ada hal yang perlu dipahami jika ingin menjadi programmer. Langkah-langkah yang akan dihadapi oleh programmer

tidaklah seperti yang banyak dipikirkan orang. Contohnya ada orang yang ingin mengkomputerisasikan sebuah

pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual, maka secara otomatis dia akan menghubungi seorang

programmer. Dari seorang programmer yang telah di hubungi oleh sipemilik, otomatis harus tercipta pola pikir yang

menandakan bahwa dia itu seorang programmer. Programmer tidak dapat langsung begitu saja untuk

mengkompterisasikan perkerjaan yang ada. Untuk itu programmer minimal harus memiliki pola seperti dibawah ini :

1. Problem Definition.
Disini programmer akan mengumpulkan info dari semua pekerjaan yang akan dikomputerisasikan. Bisa dikatakan

setengah dari proyek komputerisasi sudah dijalankan sampai tahap ini selesai. Programmer membutuhkan info

mengenai cara kerja sebelum dikomputerisasikan, kemudian programmer juga membutuhkan info mengenai input

dan output yang akan dibutuhkan nantinya. Dari kondisi seperti diatas, programmer sudah dapat

mendokumentasikan kebutuhan-kebutuhan serta keperluan lain untuk melangkah ketahap programming

selanjutnya.

2. Problem Analisys
Setelah kebutuhan dan informasi mengenai input dan output terkumpulkan dan terdokumentasi, baru kemudian

dianlisa, apakah prosedur sebelum terkomputerisasi sudah cukup bagus atau ada perubahan. Dalam langkah

analisa ini, programmer diharapkan dapat memberikan sebuah percontohan, input dan output yang akan menjadikan

bahwa terkomputersasi bukan untuk membuat hal semakin sulit, tetapi sebaliknya akan membuat pekerjaan semakin

mudah untuk di kerjakan.

3. Algorithm design and representation
Tahap ini programmer sudah dapat diakatakan melakukan proses coding tapi dengan cara tertulis dan disertai

simbol saja, belum bekerja dengan aplikasi pendukung untuk pemrograman. Kenapa tahap ini diperlukan ?

Algoritma, selain untuk dapat membantu alur dan cara kerja program yang akan dirancang, algoritma juga digunakan

sebagai dokumentasi awal dari program.
Tahap perancangan algoritma ini juga sudah bisa dikatakan meruapakan solusi untuk pekerjaan yang

dikomputerisasikan, karena dalam algoritma ini nanti akan terbentuk alur dan cara kerja program, kemudian

diakhirnya nanti akan didapatkan output, jika output yang digambarkan memalui algoritma sudah sesuai dengan

yang diharapkan maka programmer tinggal menjalani satu langkah lagi saja, tapi jika output tidak sesuai maka, alur

dan gambaran program dapat di setting kembali sesuai yang diharapkan.
Algoritma sendiri dapat digambarakan dengan cara : Flowchart ataupun Pseudocode.

4. Coding and Debugging
Tahap ini merupakan tahap terakhir yang dilalui oleh seorang programmer sebelum meluncurkan hasil karya. Dalam

tahap ini juga programmer dapat memilih program pendukung untuk merancang aplikasi yang digambarkan melalui

algoritma pada tahap sebelumnya.
Didalam tahap coding, programmer melalukan programming dengan software pendukungnya. Karena algoritma

sudah ada dan telah dianalisa, maka tahap coding tidak terlalu masalah. Kebanyakan masalah pada tahap ini

adalah, bagaimana seorang programmer memahami dan menguasai sebuah program yang digunakan untuk

merancang aplikasi yang diinginkan.
Dalam tahap debugging, setelah programmer sudah dalam tahap penyelesaian coding, perlu dilakukan compile.

Compile disini dilakukan untuk mengconvert atau merubah bahasa pemrograman yang dirancang programmer

kedalam bahasa yang dimengerti komputer. Disini juga dapat ditemui ada dua error yang sering terjadi pada saat

compiling program yang telah dirancang tersebut, error itu adalah Compile-time Errors dan Runtime Errors.
Compile-time errors, adalah kesalahan coding oleh programmer yang menjadikan program tersebut tidak dapat

dicompile dengan sukses, sehingga hasil akhir program tersebut belum bisa dijalankan. Untuk error ini, programmer

haruslah paham dengan pesan error yang ditampilkan saat peng-compile-an program, sehingga programmer tidak

sulit menemukan kesalahan pad program tersebut.
Runtime error. Patut dan harus dipahami, komputer hanyalah menganal bahasa 0 dan 1, untuk itu logika hanya ada

2 yaitu ya dan tidak. Programmer juga tidak mengetahui program itu setelah dicompile, sehingga jika program sudah

dicompile, maka otomatis komputerlah yang mengambil aliih 100%, sedangkan programmer dapat mengatur alur

program hanya sampai pada saat compile saja, untuk itu runtime error hanya ditemui jika program sudah dijalankan

dan sudah digunakan. runtime error ini juga bisa dikatakan error dari komputer setelah compile.

jika error keduanya tidak ditemukan dan proses input dan output sesuai dengan yang diharapkan, maka tuntas

sudah aksi dari seorang programmer, jabatan sebagai sorang programmer sudah sisandang, untuk ukuran jago atau

tidaknya seorang programmer adalah relatif. yang menilai seorang programmer bisa dari banyak pihak, sehingga

jago atau tidaknya programmer belum ada patokannya.
Seorang programmer hanya bisa dinilai dari kemampuannya “BISA ata TIDAK” untuk merancang sebuah program

sesuai dengan kebutuhan.

%d bloggers like this: