Menyatakan Kasih Sayang.

Menyatakan Kasih Sayang.

Walaupun hari valentine yag dikenal sebagai hari kasih sayang, aku mencoba untuk memberikan pandangan sedikit mengenai cara penyampaian atau pun perilaku dalam menyatakan kasih sayang diantara umat manusia dari sudut pandang kekristenan.

Tulisan ini aku tuliskan berdasarkan khotbah seorang pendeta dan seorang penulis buku kristen juga pada hari minggu 11 maret 2007 di Jakarta ini. Walapun saya seorang jemaat dari Gereja Batak yang masih ortodok, tetapi aku tidak menutup hati untuk mengikuti kebaktian di gereja karismatik, kenapa ? ini sebuah jawaban yang bersifat pribadi, jangan dihakimi, karena ini pribadi yang berbicara, orang bisa menilai baik-buruknya tetapi pribadi saya sendiri juga yang menjalaninya.

Aku masuk dalam jemaat gereja batak karo yang masih bersifat ortodok, dan terkadang untuk memenuhi wawasan kekristenan, saya juga pergi kegeraja karismatik (menurut gw ini disebut Wisata Rohani). mengapa saya terkesan dan selalu ingin mendengar kotbah disana, karena ada beberapa hal yang membuat gereja karismatik lebih saya minati untuk mendengat firma Tuhan. Selain ajaran yang bersifat modern, ditambah juga penjabaran firman Tuhan yang tepat guna dengan kata lain, saya tidak hanya diajar untuk nalar akan Alkitab, tetapi nalar juga penjabaran dalam kehidupan pribadi berlandaskan Alkitab yang kebanyakan contohnya diambil dalam realita kehidupan saat ini. Bisa dibilang penjabaran firman Tuhan dalam gereja karismatik mengena di dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Kembali ke inti lagi mengenai penyampaian kasih sayang berdasarkan kekristenan. Tulisan ini didasari oleh Roma 12. 9 – 12. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Melalui pendeta itu, dia mengatakan cara penyampaian kasih sayang secara kristen ada 4 jenis:
Pertama : Menyatakan Kasih melalui pemikiran
(Amsal 3. 29 =  Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
Filipi 4. 8 =  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.)
Kenapa sampe pemikiran bisa menyatakan kasih ? coba diperhatikan, pemikiran kita adalah awal dari segala tindakan kita, bisa dibilang pikiran kita adalah dapur dalam tubuh kita, kenapa ? karena segala sesuatai yang ditangkap panca indra, akan diolah di otak kan, trus akan diberikan bumbu dan segala macam, sehingga kita bisa mendapat inputan dan memberikan output juga. Kalau kita sudah berpikir jelek terlebih dahulu terhadap sesuatu, maka sangat besar kemungkinan akan kejelekan yang keluar juga. Contoh : Dalam menyikapi kehidupan sosial manusia, yang katanya tidak dapat hidup sendirian, maka otomatis kita akan bertemu orang lain selain diri kita dalam kehidupan ini. karena dalam Alkitab sudah diberitahukan untuk memikirkan semua tentang kebenaran, hal yang mulia, hal yang adil, hal yang suci, hal yang manis, hal yang sedap didengar, kebajikan, perilaku yang patut dipuji, sehingga otomatis yang keluar dari diri kita akan seperti itu, sehingga pemikiran dapat menjadi pondasi ataupun awal dari penyampaian kasih sayang.

Kedua : Menyatakan kasih sayang melalui perkataan
(Matius 12. 33 – 37 = Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”
Kolose 3. 16 =  Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.)
Penyampaian kasih sayang lewat perkataan memang yang sering dilakukan, tetapi haruslah dengan ketulusan juga.

Ketiga : Menyampaikan kasih sayang memalui pemberian
(Roma 12. 13 = 3 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!)
Ada beberapa pengertian dari pemberian yang saya ketahui sampai saat ini, yaitu :
– Asasi (Kewajiban)
Ada tugas manusia untuk memberi sebagai kewajiban, contohnya dalam keluarga, kalau seandainya ada dari saudara kita yang membutuhkan bantuan dana, maka kalau kita memiliki dana otomatis kita mempunyai kewajiban untuk menolongnya, jangan katakan kalau anda ga punya, karena bukan manusia yang melihat anda itu punya atau tidak.
– Apresiasi (Insentif)
Disamping kewajiban dalam memberi, ada juga pemberian itu yang bersifat apresiasi, atau bayaran dari penghargaan yang kita berikan. contohnya itu beasiswa dan bonus.
– Ajaran
Adalagi pemberian itu yang bersifat ajaran, contohnya, prinsip lebih baik memberi dari pada menerima, kepada sesama manusia, ada baiknya kita memberi terlebih dahulu agar nanti orang yang kita beri itu dapat memberi juga kepada orang lain lagi.

Keempat : Menyampaikan kasih melalui Pengampunan
(Roma 12. 17 – 21 = Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!)
Inti dari kasih sayang adalah mampu untuk mengampuni siapa pun, ingat selalu so bapa kami, “Ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Ingat saja hal tersebut disaat kamu menjalani sebuah permasalahan yang membuat kamu sangat susah untuk memaafkan. Jangan tunggu kata maaf dan kata penyesalan dari dia yang telah menyakiti kamu, karena mungkin saja dia sudah menyesal dan mengaku dosanya kepada Tuhan. Jadi yang kita tunggu itu ada berkat dari Tuhan saja, karena jika saudara yang berbuat salah tersebut mengaku kepada Tuhan, maka dia dapat pengampunan juga dari Tuhan, tetapi kalau dia tidak mengaku kepada Tuhan, maka pengampunan yang tadinya buat dia akan diberikan Tuhan kepada kita sebagai berkat, karena telah mengampuni saudara yang bersalah tadi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: