4 Hal yang penting di ingat dalam konfigurasi RAID

4 Hal yang penting di ingat dalam konfigurasi RAID

1. Striping
Striping artinya adalah penyimpanan data secara menyebar keseluruh disk yang ada dalam kolempok Raid tersebut.
Contohnya :
satu raid group yang di konfigurasi dengan raid 5 mempunyai disk 3 sebagai data dan 1 sebagai parity. Jika ada proses penyimpanan data kedalam volume dalam raid 5 tersebut maka data tersebut akan disebar/stripe kedalam 3 hardisk yang berfungsi sebagai data tersebut.

2. Mirroring
Mirroring artinya adalah penduplikatan disk. Maksudnya ialah dalam sebuah raid group yang di setting secara mirroring akan terdapat sebuah harddisk yang di copy secara keseluruhan kedalam harddisk pasangannya dalam waktu yang bersamaan.

3. Parity disk
Parity disk artinya adalah sebuah harddisk dalam raid group yang berfungsi mengumpulkan blok-blok data dari harddisk data dalam raid group. Harddisk parity ini akan bekerja mengkombinasikan blok-blok data dari setiap harddisk data lainnya untuk dapat merekonstruksikan kembali data-data yang hilang jika salah satu harddisk dalam raid group itu rusak.

4. Spare Harddisk
Spare harddisk tidak sama dengan parity. Kalau parity mengumpulkan informasi blok-blok data dari setiap harddisk dalam raid group sedangkan Spare Harddisk adalah cadangan untuk setiap harddisk yang rusak atau pun harddisk yang mengalami gangguan sehingga tidak berfungsi dengan normal didalam satu subsystem.

Contoh kasus. dalam raid 5 yang terdiri dari 3 data, 1 parity dan 1 sparedisk (hdd 00, 01, 02 sbg data dan hdd 03 sebagai parity dan hdd 04 sebagai sparedisk). Dalam kasus ini kerusakan harddisk terjadi pada harddisk 00, kalau dilihat secara komputer biasa, atau PC yang sering digunakan, maka jika harddisk rusak otomatis system dan data ga bisa diakses kan ?. untuk itu parity sebagai pengumpul informasi blok-blok data menjadikan dirinya sendiri sebagai pemberi informasi mengenai data yang ada di hdd 00, sehingga raid group masih dapat berfungsi, walaupun performance raid groupnya menurun tetapi masih bisa berfungsi. Kemudian secara manual mengikuti prosedur dari pabrikan storage itu sendiri kita dapat memindahkan isi dari hdd 00 yang rusak kedalam hdd 04 yang berfungsi sebaga sparedisk dengan bantuan informasi dari hdd 03 yang berfungsi memberikan informasi mengenai hdd 00. setelah hdd 00 digantikan oleh hdd 04, maka kita dapat melepas hdd 00 dari dalam subsystem (storage) tanpa mematikan mesin atau sering disebut penggantian harddisk secara online. hdd 00 yang rusak tersebut sudah dapat diganti dengan hdd yang baru.

keterangan ataupun appendix :
– raid = redundant array of inexpensive disks atau redundant array of independent disks = penggunaan multiple harddisk atau banyak harddisk untuk membentuk satu volume
– stripe = penulisan data secara menyebar dalam 1 raid group
– subsystem = mesin storage
– storage = media penyimpanan data / harddisk

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: