Renungan 19 Januari 2007

Renungan 19 Januari 2007

Tadi malam bahan bacaan tertulis di Matius 19.16-30
Makna yang kudapat dari sana adalah :
sangat berhargakah harta duniawi sehingga manusia terkadang membandingkannya dengan harta sorgawi yang notabene harta sorgawi itu adalah kekal.
Kalau ditilik dari segi manusia memang terlalu muluk-muluk kalau kita bisa menjual/memberikan seluruh harta kita hanya untuk memberikannya kepada orang-orang yang tidak punya.
Memang, kalau harta kita hanya sedikit sih no problem kan ? tapi bagaimana kalau harta kita seperti harta orang-orang kaya sekarang (seperti pak harto, bakrie and brothers, ato seperti harta bill gates). sanggupkah kita sebagai manusia memberikan seluruh harta kita ini kepada orang lain ….???? dilema sebagai orang kristen memang besar. tapi disini kita di uji. Pilih mana ? harta dunia atau harta di surga.
Ada baiknya kita melihat keuletan seorang Ayub menjadi seorang kristen yang benar.

Terkadang di dalam doa ku selalu kuungkapkan kepada Tuhan, agar kiranya aku jangan diberikan kekayaan, karena imanku masih lemah. Bukannya munafik, tapi aku sadar akan diriku saat ini. terkadang untuk memberikan uang receh kepada pengemis di jalanan (yang kita tau dia itu masih dapat mencari nafkah selain dari pada mengemis) kita masih sulit atau terkadang kita memberikan analisa yang cukup panjang untuk memberikannya. Kadang kita bilang “ga usah dikasih ahh, pura-pura aja tuh. lihat aja dia sehat-sehat aja tuh, bisa aja dia cari nafkah dengan cara lain, karena malas aja tuh makanya dia ngemis dijalan dan berbagai analisa lain dan bla..bla..bla…”. coba bandingkan dengan apa yang akan kita berikan kepadanya. hanya uang receh kan atau uang ribuan kan ? tapi kita sudah membuat analisa yang cukup panjang tuh jika dibandingkan dengan apa yang kita beri.
Itu baru sebatas uang receh dan uang ribuan. bagaimana jika dibandingkan dengan seluruh harta kita.
seperti tertulis didalam ayatnya yang ke 23 dan 24 : Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: